Pewarisan menurut Wasiat/Testament (Testamentair)

Pembaca Yth,

Berikut saya akan berbagi sedikit mengenai Wasiat/Testament.

Apakah itu Wasiat/Testament?

Wasiat atau testament adalah suatu akta yang memuat pernyataan seseorang tentang apa yang dikehendakinya akan terjadi setelah ia meninggal dunia (Pasal 874 KUHPerdata); jika dikaitkan dengan hukum waris tentunya mengenai harta benda milik si pembuat pernyataan. Wasiat/Testament yang sudah dibuat sewaktu-waktu dapat diubah ataupun ditarik oleh si pembuatnya selama ia belum meninggal dunia.

Terdapat 3 macam wasiat/testament, sbb :

a. Openbaar testament (surat wasiat terbuka), dibuat di hadapan Notaris atas permintaan orang yang akan meninggalkan warisan, disaksikan oleh 2 orang saksi. Testament jenis ini yang banyak dibuat, karena notaris dapat mengawasi isi wasiat tersebut dan dapat memberikan nasehat-nasehat agar isi wasiat tidak bertentangan dengan undang-undang.

b. Olographis testament, wasiat ini harus ditulis sendiri oleh orang yang akan membuat wasiat untuk selanjutnya diserahkan kepada notaris untuk disimpan. Penyerahannya harus dilakukan oleh si pembuat testament sendiri dengan dihadiri oleh 2 orang saksi. Tanggal testament adalah tanggal saat penyerahannya kepada notaris. Penyerahannya dapat dilakukan secara terbuka maupun tertutup. Untuk testament yang diserahkan tertutup ditetapkan bahwa apabila si pembuat testament itu telah meninggal dunia, testament itu oleh notaris harus diserahkan kepada Balai Harta Peninggalan (BHP), BHP yang akan membuka testament itu dan tentang pembukaan testament itu harus dibuat berita acaranya. Jika si pembuat testament sebelum meninggal ingin menarik kembali wasiatnya, cukuplah ia meminta kembali testament-nya yang dibuat oleh notaris.

c. Testament rahasia, dibuat sendiri oleh orang yang akan meninggalkan warisan tetapi tidak diharuskan bahwa ia menulisnya dengan tulisan tangannya sendiri. Suatu testament rahasia harus selalu tertutup dan penutupnya harus disegel. Selanjutnya ditetapkan penyerahan kepada notaris harus dihadiri oleh 4 orang saksi. Saksi selain harus sudah dewasa, juga penduduk Indonesia (WNI) dan benar-benar mengerti bahasa yang ditulis dalam testament atau akta penyerahan yang dibuat.

Apakah syarat menjadi ahli waris yang ditunjuk dalam testament ?

  1. Seseorang yang ditunjuk menjadi ahli waris dalam suatu surat wasiat/testament harus sudah ada ketika si pewaris (pembuat testament) meninggal (Pasal 899 KUHPer). Dengan tetap mengindahkan Pasal 2 KUHPer yaitu jika menyangkut kepentingan bayi dalam kandungan, meskipun belum dilahirkan ketika si pewaris meninggal, maka bayi yang masih dalam kandungan dianggap sudah ada jika ia kelak lahir.
  2. Ahli waris yang ditunjuk dalam wasiat tidak menolak warisan.
  3. Ahli waris yang ditunjuk adalah orang yang patut (tidak dinyatakan tidak patut).

Ahli waris yang ditunjuk dalam suatu testament dapat berupa :

  1. Pengangkatan ahli waris, yaitu ahli waris yang ditunjuk akan menjadi ahli waris sepertinya ahli waris menurut undang-undang, ia mempunyai hak dan kewajiban dalam aktiva dan pasiva dari harta benda si pewaris.
  2. Penerima hibah wasiat, yaitu menerima sebagian ataupun seluruh harta dari si pewaris (pembuat testament).

 

Demikian sedikit berbagi pengetahuan. Semoga bermanfaat.

Terima kasih.

Salam hormat,

 

Ferdinand Purba/Advokat pada Ferdinand Purba & Co Law Offices

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *