Penggabungan, Peleburan, Pengambilalihan dan Pemisahan Perseroan Terbatas

Pembaca Yth,

Berikut saya ingin sharing sedikit perihal Perseroan Terbatas.

Dalam dunia bisnis seringkali kita mendengar atau membaca istilah Merger & Acquisition (M&A). Ya sesuai dengan UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, memang terdapat pasal yang mengatur tentang penggabungan, peleburan, pengambilalihan dan pemisahan suatu perseroan terbatas.

Pasal 1 ayat (9) Penggabungan adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh satu perseroan terbatas atau lebih untuk menggabungkan diri dengan perseroan terbatas lain yang telah ada yang mengakibatkan aktiva dan pasiva dari perseroan terbatas yang menggabungkan diri beralih karena hukum kepada perseroan terbatas yang menerima penggabungan dan selanjutnya status badan hukum perseroan terbatas yang menggabungkan diri berakhir karena hukum.
Misalnya PT Karya Persada Nusa menggabungkan diri dengan PT Duta Perdana Abadi. Dengan penggabungan ini maka status PT Karya Persada Nusa sebagai PT yang menggabungkan diri menjadi bubar, sedangkan PT Duta Perdana Abadi sebagai PT yang menerima penggabungan tetap berjalan terus dengan nama PT Duta Perdana Abadi.

Pasal 1 ayat (10) Peleburan adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh 2 perseroan terbatas atau lebih untuk meleburkan diri dengan cara mendirikan 1 perseroan terbatas baru yang karena hukum memperoleh aktiva dan pasiva dari perseroan terbatas yang meleburkan diri dn status badan hukum perseroan yang meleburkan diri berakhir karena hukum.
Misalnya PT Karya Persada Nusa dan PT Duta Perdana Abadi melakukan peleburan, maka mereka membentuk perseroan terbatas baru dengan nama PT Buana Sejahtera Mandiri, dengan terbentuknya perseroan terbatas baru ini maka PT Karya Persada Nusa dan PT Duta Perdana Abadi menjadi bubar. Ini yang membedakan Penggabungan dengan Peleburan, yaitu pada peleburan berdiri perseroan terbatas baru.

Pasal 1 ayat (11) Pengambilalihan adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh badan hukum atau orang perseorangan untuk mengambil alih saham perseroan terbatas yang mengakibatkan beralihnya pengendalian perseroan terbatas tersebut.

Pasal 1 ayat (12) Pemisahan adalah perbuatan hukum yang oleh perseroan terbatas untuk memisahkan yang mengakibatkan seluruh aktiva dan pasiva perseroan terbatas beralih karena hukum kepada 2 perseroan teratas atau lebih atau sebagian aktiva dan pasiva perseroan terbatas beralih karena hukum kepada 1 perseroan terbatas atau lebih.

Mengapa perseroan tersebut dilakukan penggabungan, peleburan, pengambilalihan dan pemisahan? Hal tersebut karena untuk menciptakan iklim usaha yang sehat dan efisien dan hal ini sangat lazim ditempuh oleh pemilik perusahaan demi menyelamatkan usahanya.

Banyak kepentingan yang terlibat didalamnya seperti pemegang saham, pihak ketiga, karyawan, suplier, lingkungan hidup dan masyarakat. Para Stakeholder ini wajib diperhatikan manakalah akan melakukan suatu penggabungan, peleburan, pengambilalihan dan pemisahan.

Demikian sedikit sharing-nya. Semoga bermanfaat.

Terima kasih.

Ferdinand Purba
Advokat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *